TINGKATKAN SINERGISITAS, KNKT DAN TNI LAKUKAN PENANDATANGANAN NOTA KESEPAHAMAN
JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menandatangani Nota Kesepahaman tentang Sinergisitas di Bidang Investigasi Kecelakaan Penerbangan pada Rabu, 12 Maret 2025 di Markas Besar TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur. Penandatanganan ini dipimpin langsung oleh Ketua KNKT, Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., yang mendapat pendelegasian dari Panglima TNI sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas investigasi kecelakaan udara melalui integrasi sumber daya, pertukaran data, serta peningkatan kompetensi personel.
Nota Kesepahaman bernomor HK. 201/2/9/KNKT/2024 (KNKT) dan NK/9/III/2025/TNI (TNI) ini mencakup ruang lingkup kerja sama seperti pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, pemanfaatan fasilitas laboratorium dan analisis data, pertukaran informasi terkait insiden penerbangan, serta penyelenggaraan kegiatan lain seperti workshop dan simulasi pencegahan kecelakaan. Dalam sambutannya, KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua KNKT beserta tim. “Terima kasih atas kedatangan Bapak Ketua KNKT dalam momen yang berbahagia ini. Akhirnya kolaborasi antara TNI dan KNKT yang telah berlangsung selama ini dapat dituangkan menjadi dokumen resmi.”, ujarnya.
Ketua KNKT Dr. Soerjanto Tjahjono menyebutkan bahwa kerja sama dengan TNI telah berlangsung lama. “Kolaborasi ini bahkan dimulai sejak 1998, sebelum KNKT resmi berdiri. Pada masa itu, sinergi antara lembaga sipil dan militer sudah menjadi fondasi penting,” ungkapnya. Soerjanto juga mencontohkan kontribusi nyata personil TNI. “Sejumlah ahli seperti dr. Widura yang berasal dari TNI AU telah terlibat dalam berbagai investigasi kecelakaan penerbangan sebagai tenaga ahli. Keahlian mereka sangat membantu dalam analisis.” tambahnya.
Menyinggung rencana ke depan, Ketua KNKT menjelaskan, “Kami berharap ke depannya dapat bekerja sama dalam pemanfaatan peran personel TNI AU di wilayah Papua untuk memberikan informasi cuaca real-time bagi penerbangan sipil. Langkah ini diharapkan mengurangi risiko kecelakaan akibat faktor cuaca ekstrem.”
Di luar itu, KNKT juga berharap dapat dilaksanakannya pelatihan maupun lokakarya untuk meningkatkan kapasitas SDM di bidang penerbangan tentang isu-isu keselamatan yang relevan “Kami juga berencana menyelenggarakan workshop bertema ‘Hipoksia’ untuk meningkatkan kewaspadaan awak udara terhadap gangguan kesehatan selama penerbangan,” pungkasnya.
Kerja sama ini diharapkan menghasilkan investigasi yang lebih akurat dengan memadukan perspektif teknis TNI dan keahlian KNKT. Integrasi sumber daya kedua institusi juga bertujuan untuk saling mengisi, melengkapi dan memperkuat satu sama lain dalam mewujudkan tujuan bersama sesuai dengan peran dan misi masing-masing.
Nota Kesepahaman ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis untuk mengatur detail implementasi. Kedua pihak sepakat bahwa sinergi antara lembaga sipil dan militer ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem penerbangan yang berkeselamatan.