KNKT DAN PT TKDN BAHAS INOVASI SERTA PENGUATAN KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT
JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan kunjungan kerja ke fasilitas PT Teknologi Karya Digital Nusa (PT TKDN) di Sunter, Jakarta Utara, dalam rangka meninjau pemanfaatan teknologi serta melakukan diskusi terkait peningkatan keselamatan transportasi darat. Kunjungan dipimpin Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, beserta jajaran Sub Komite Investigasi Kecelakaan Transportasi LLAJ. Agenda ini merupakan langkah KNKT untuk memperkuat sinergi dengan pelaku di industri teknologi yang bergerak dalam solusi keselamatan transportasi.
Dalam kunjungan pada 13 November 2025 ini, KNKT meninjau pemanfaatan berbagai perangkat pemantauan armada, sistem analisis lalu lintas, serta teknologi pendukung keselamatan yang digunakan di sektor angkutan jalan. Termasuk di antaranya sistem pemantauan perilaku pengemudi, rekaman sensor kendaraan, dan platform integrasi data. Berbagai teknologi tersebut dirancang untuk membantu operator mengidentifikasi risiko operasional lebih dini dan meningkatkan kualitas pengawasan armada.
Selama dialog dengan PT TKDN, KNKT juga membahas pentingnya konsistensi dalam pengumpulan data operasi kendaraan serta integrasi lintas platform untuk mendukung analisis keselamatan yang lebih komprehensif. Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menilai bahwa ekosistem data yang baik memungkinkan otoritas, operator, dan penyedia teknologi bekerja secara lebih terkoordinasi dalam mengurangi potensi kecelakaan. “Kami melihat potensi besar dalam pengembangan sistem yang mampu menggambarkan kondisi armada secara utuh, mulai dari perilaku pengemudi sampai pergerakan lalu lintas,” ujarnya.
Kunjungan ini turut mencakup peninjauan ruang pusat komando PT TKDN, di mana peserta melihat proses pengolahan data armada, tampilan pergerakan kendaraan, dan parameter keselamatan yang dipantau secara terus-menerus. Melalui kegiatan ini, KNKT mendapatkan gambaran lebih rinci mengenai cara teknologi dapat membantu meningkatkan mutu pengawasan operasional transportasi, sekaligus membuka peluang untuk kolaborasi lanjutan dalam konteks investigasi dan pencegahan kecelakaan.
KNKT menyampaikan apresiasi atas keterbukaan PT TKDN dalam menunjukkan sistem yang sedang berjalan dan berdiskusi mengenai tantangan penerapan teknologi keselamatan di berbagai wilayah Indonesia. Kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah catatan yang akan menjadi bahan evaluasi KNKT dalam merumuskan rekomendasi kebijakan terkait pemanfaatan teknologi pemantauan untuk meningkatkan keselamatan jalan raya.
Di kesempatan yang sama, Soerjanto juga menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan perilaku dan kepatuhan pengemudi di lapangan. “Teknologi dapat memberikan peringatan, data, dan analisis, namun yang mengambil keputusan di jalan tetap manusia,” ujar Soerjanto. Ia menambahkan bahwa sistem otomatis dan sensor dapat membantu mengurangi risiko, namun kualitas keselamatan tetap sangat ditentukan oleh kedisiplinan individu.
Menurut Soerjanto, penggunaan teknologi yang maju dan perekaman data yang akurat harus diimbangi dengan budaya keselamatan yang lebih kuat. “KNKT terus menyuarakan agar setiap pengemudi memiliki kesadaran diri untuk mengutamakan keselamatan. tanpa itu, teknologi secanggih apa pun tidak akan memberikan hasil yang optimal,” ungkapnya. Dalam konteks pemantauan armada, ia menekankan pentingnya data real time sebagai alat pendukung investigasi, namun tetap menyatakan bahwa pencegahan kecelakaan membutuhkan kolaborasi antara sistem dan perilaku manusia.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah produktif dalam membangun ekosistem keselamatan transportasi yang lebih kuat melalui kombinasi antara teknologi, data, regulasi, serta kompetensi dan kesadaran SDM sebagai pengguna jalan. Dengan kolaborasi yang konsisten, KNKT dan berbagai pemangku kepentingan berharap dapat terwujudnya sistem transportasi yang lebih berkeselamatan di Indonesia.